Minggu, 08 April 2012

Batuk Darah




SKENARIO II

BATUK DARAH
Seorang pemuda berusia 20 tahun datang ke poliklinik swasta dengan keluhan batuk dan mengeluarkan daha bercak darah sejak satu hari sebelumnya. Pemuda tersebut sudah batuk sejak sebulan terakhir,kadang berdahak tapi lebih sering kering. Selain itu ia juga merasa nafsu maknnya menurun, merinsg serta keluar keringat dingin pada malam hari, tidak pernah nyeri dada ataupun sesak napas. Pwmuda tersebut merokok sejak SMP. Ayah pemuda tersebut juga pernah menderita batuk lama yang kemudian mendapat pengobatan selama 6 buan dan sudah dinyatakan sembuh.
Pada pemeriksaan fisik di dapatkan keadaan umum lemah,takipneu,habitus asthenikus. Pada hemitoraks kanan di dapatkan fermitus taktil dan vokal yang meningkat dan ronkhi basah halus yang nyaring pada apeks paru kanan.
Pada pemeriksaan laboratorium di dapatkan anemia,laju endap darah yang tinggi ditemukan bakteri tahan asam (BTA) pada pemeriksaan sputum.Hasil pemeriksaan foto rontgen thoraks ditemukan adanya tuberkulosis paru kanan.
Dokter menyimpulkan bahwa pemuda tersebut menderita hemoptisis disebabkan tuberkulosis aktif pada paru kanan dan memberikan terapi obat antituberkulosis (OAT) segera dan menganjurkan skrining pada adik-adik pemuda tersebut yang tinggal serumah serta menunjuk seorang pengawas minum obat (PMO).
STEP I
1.        Memahami dan menjelaskan makroskopis dan mikroskopis jantung
2.        Memahami dan menjelaskan fisiologi jantung
3.        Memahami dan menjelaskan berolahraga dalam Islam



STEP II

MANDIRI























STEP III
1.        MEMAHAMI DAN MENJELASKAN MAKROSKOPIS DAN MIKROSKOPIS JANTUNG

MAKROSKOPIS JANTUNG


















Jantung merupakan suatu organ muskular:

        Yang berkontraksi secara teratur yang berfungsi untuk memompakan darah ke seluruh tubuh. Terletak dalam ruang mediastinum dan dibungkus oleh jaringan ikat yang dinamakan pericardium. Berat jantung orang dewasa normal 250-300 gram, lebih kurang sebesar kepalan tinju masing-masing. Pada laki-laki 300 gram dan ukuran lintang mediastinum 8-10 cm dapat terlihat pada foto rontgen thorax. Jantung berdenyut 60-70x per menit hampir 90.000-100.000 dalam 24 jam sehari terus menerus tanpa henti selama masih hidup.

Jantung dibungkus jaringan ikat pericardium membentuk cavum pericardii. Pericardium terdiri dari :
1.      Lapisan fibrosa : pericardium bagian luar yang melekat kuat pada centrum tendineum diafragma.
2.      Lapisan serosa : pericardium bagian dalam yang sebagian menutupi alat-alat pembuluh darah besar pada basis cordis. Dibagi atas 2 lapisan :
·         Lapisan parietalis yang menuju basis cordis. Yang melekat pada basis cordis : aorta acendens, vena cava superior, truncus pulmonalis dan vena-vena pulmonalis.
·         Lamina visceralis : lapisan yang langsung menutupi otot jantung (epicardium)
Letak jantung dalamcavum thoraks, 1/3 bagiannya terletak sebelah kanan linea mediana (pertengahan tulang dada) : atrium dekstra, ventrikel dekstra dan pembuluh darah besar (vena cava, aorta dan truncus). 2/3 bagian terletak sebelah kiri linea mediana terdapat ventricle dextra, atrium sinistra dan ventrikel sinistra. Berdasarkan makroanatomi, jantungterdapat dalam cavum thoraks tepatnya pada mediastinum media. Batas-batas ruang mediastinum :
a)      Depan              : sternum
b)      Belakang         : Vetebrae thoracal I-X
c)      Atas                 : Clavicula
d)     Bawah             : Diafraghma
Pembagian mediastinum :
1.      Mediastinum Superior :
·         Vena cava, trachea, bronchus primer, thymus pada anak, esophagus dan ductus thorasicus
·         Arcus aorta, A. brachiocephalica, nervus vagus
2.      Mediastinum Inferior :
ü  Mediastinum anterior( antara jantung dengan bagian permukaan dalam sternum) : ligamentum sternopericardial dan jaringan ikat
ü  Mediastinum media(antara mediastinum anterior dan posterior) : jantung, pericardium dan radix pulmonis
ü  Mediastinum posterior ( dibelakang mediastinum media) : esophagus, ductus thoraxicus, aorta desendens, truncus symphaticus, vena azygost, dan vena cava inferior
Pada jantung terdapat 4 buah ruangan : 2 buah serambi dan 2 bilik : pada basis terdapat ruang atrium dekstra dan atrium sinistra ( serambi kanan dan kiri) dan 2 buah ruangan terdapat kearah apex cordis yaitu ventricle kanan dan ventricle kiri (bilik kanan dan bilik kiri). Antara kedua atrium dibatasi oleh sekat yang dinamakan septum atriorum dan diantara kedua ventricle dinamakan septum interventrikulorum.
·           Pada atrium dekstra : tempat masuk darah berasal dari vena cava superior dan inferior, sinus coronaries
·           Pada atrium sinistra :  masuk 2 buah vena pulmonalis dari paru.
·           Pada ventrikel dekstra : dipompakan darah ke paru melalui truncus pulmonalis dan arteria pulmonalis
·           Ventricle sinistra : memompakan darah keseluruh tubuh melalui aorta acendens.

Vaskularisasi Jantung












Aorta ascendens setelah keluar dari ventrikel kiri pada bagian pangkal, diatas katup semiulnaris aorta mempercabangkan 2 buah pembuluh darah untuk mendarahi otot jantung, terutama terjadi pada saat fase relaksasi (sebab pada saat kontaksi pembuluh darah tertekan) :
Cabang-cabang arteri  coronaria, sebagai berikut :
1.      Arteria coronaria dextra yang mendarahi jantung bagian posterior, dengan cabang :
a)      Arteria marginalis untuk mendarahi atrium dan ventrikel dextra
b)      Arteria interventrikularis posterior untuk mendarahi kedua dinding belakang ventrikel, epikardium, atrium dextra dan SA node.
2.      Arteria coronaria sinistra yang mendarahi jantung bagian anterior, dengan cabang :
a)      Arteria interventrikularis anterior (Rami desendens anterior) untuk mendarahi bagian anterior ventrikel dextra dan sinistra dan arteria marginalis untuk mendarahi smaping atas ventrikel sinistra.
b)      Arteria sirkumfleksus untuk mendarahi bagian belakang bawah ventrikel kiri dan atrium sinistra.

Sistem Sirkulasi Darah Pada Tubuh Manusia
Terdapat 2 macam sirkulasi dalam tubuh manusia, yaitu :
1.      Sirkulasi Sistemik
2.      Sirkulasi Pulmonal
Sirkulasi Sistemik
Darah yang mengandung oksigen di pompakan dari venticel sinistra jantung → aorta ascendens melalui katup aorta  → arcus aorta → cabang-cabang arteri sedang → arteriola → dibawa keseluruh jaringan tubuh untuk memberikan oksigen ke jaringan-jaringan tubuh.
Kemudian darah dikembalikan melalui kapiler vena → sistem vena kecil/sedang → vena besar. Darah yang mengandung karbondioksida dikumpulkan melalui vena cava superior dan inferior → masuk ke atrium dextra jantung → ventrikel dextra jantung melalui katup trikuspidal → dilanjut ke sirkulasi pulmonal  
Sirkulasi Pulmonal
Darah yang mengandung karbondioksida (CO2) masuk lagi ke jantung yaitu pada ventrikel dextra → truncus pulmonalis melalui katup pulmonal → arteria pulmonalis dextra dan sinistra →darah yang kaya oksigen masuk ke paru-paru
Kemudian melalui vena pulmonalis → darah masuk ke atrium sinistra jantung → ventrikel sinistra melalui katup bikuspidal → dilanjutkan ke sirkulasi sistemik.



http://users.rcn.com/jkimball.ma.ultranet/BiologyPages/B/BloodVessels.gif

MIKROSKOPIS JANTUNG
Dinding Jantung
            Dinding jantung terdiri atas tiga lapisan         :
  1. Lapisan dalam,atau endokardium,
  2. Lapisan tengah,atau miokardium,
  3. Lapisan luar,atau epikardium.

Epikardium
            Merupakan homolog tunika intima buluh darah dan menutupi seluruh permukaan dalam jantung.Permukaannya ditutupi endotel yang bersinambung dengan endotel buluh darah yang masuk dan keluar jantung.Dibawah endotel terdapat lapisan yang terdiri dari serat kolagen halus membentuk subendotel.Lebih kedalam terdapat lapisan yang lebih kuat dan mengandung serat elastin dan otot polos.Yang paling jauh dari lumen,yang menyatu dengan miokardium dibawahnya,disebut lapis subendokardial yang terdiri atas jaringan ikat longgar.

Miokardium
            Lapisan tengah yang bersesuaian dengan tunika media,terdiri atas otot jantung.Ketebalannya beragam pada tempat yang berbeda,yang paling tipis terdapat pada kedua atrium dan yang paling tebal terdapat pada ventrikel kiri.Dipermukaan dalam,berkas-berkas oto menonjol membentuk banyak rabung tak beraturan di sebut muskulus pektinati didalam bagian aurikula atrium.Di dalam ventrikel,lembaran otot tersusun 2 lapis,permukaan dan dalam.Lapisan permukaan berjalan spiral dari dasar ventrikel ke apeks,tempat mereka masuk kedalam untuk berakhir didalam muskulus papilaris.
Epikardium
            Selubung luarnya berupa suatu membran serosa.Permukaan luarnya diliputi selapis sel mesotel.Dibawah mesotel terdapat lapisan tipis jaringan ikat yang mengandung banyak serat elastin.suatu lapisan superperikardial terdiri  atas jaringan ikat longgar mengandung buluh darah,banyak elemen saraf,dan lemak yang menyatukan epikardium dengan miokardium.
Katup jantung
            Katup atrioventrikular(trikuspidal dan mitral)merupakan lipatan endokardium bertulangkan jaringan ikat fibrosa yang menyatu dengan anulus fibrosus.Endokardiumnya lebih tebal pada permukaan yang menghadap atrium daripada yang menghadap ventrikel dan lebih banyak mengandung serat elastin. Semua katup dihubungkan oleh muskulus papilaris ventrikel oleh benang fibrosa yang disebut korda tendineae,yang mengendalikan katup dan mencegah katup berterbalik saat ventrikel berkontraksi.Katup semilunar aorta dan arteri pulmonalis strukturnya sama dengan katup atrioventrikular.
Sistem hantar rangsang
            Serat purkinje yang mempunyai kecepatan hantar rangsang lebih dari pada oto jantung biasa,berjalan di dalam subendokardium.Serat purkinje umumnya bergaris tengah lebih besar dibandingkan otot jantung biasa dan relatif lebih banyak mengandung sarkoplasma.



II.        MEMAHAMI DAN MENJELASKAN FISIOLOGI JANTUNG

Aktivitas listrik Jantung
Nodus Sinoatrium adalah pemicu jantung normal. Kontraksi sel otot jantung untuk mendorong darah dicetuskan oleh potensial aksi yang menyebar melalui membran sel-sel otot. Jantung berkontraksi atau berdenyut secara berirama akibat potensial aksi yang ditimbulkannya sendiri, suatu sifat yang di kenal sebagai otoritmisitas
            Terdapat dua jenis khusus sel otot jantung
1.      Sembilan puluh sembilan persen sel otot jantung adalah sel kontraktil, yang melakukan kerja mekanis, yaitu memompa sel-sel pekerja ini dalam keadaan normal tidak menghasilkan sendiri potensial aksi
2.      Sebaliknya, sebagian kecil sel sisanya adalah sel otoritmik, tidak berkontraksi tetapi mengkhususkan diri mencetuskan dan menghantarkan potensial aksi yang bertanggung jawab untuk kontreksi sel-sel pekerja.
Sel-sel otoritmik jangtung tidak memeiliki potensial istirahat. Sel-sel tersebut memperlihatkan aktivitas pemacu (pacemaker activity) yaitu membran mereka secara perlahan mengalami depolarisasi, atau bergeser antara potensial potensial aksi sampai ambang tercapai. Pada saat membran mengalami potensial aksi,(Gambar 9-10)  melalui siklus pergeseran dan pembentukan potensial aksi yang berulang-ulang tersebut, sel-sel otoritmis ini secara siklis mencetuskan potensial aksi yang kemudian menyebar ke seluruh jantung untuk mencetuskan denyut secara berirama tanpa perangsangan saraf apapun.
Penyebab pergeseran potensial membran ke ambang masih belum diketahui. Secara umum diperkirakan bagwa hal tersebut terjadi karena penurunan siklis fluks pasif K+ ke luar yang berlangsung bersamaan dengan kebocoran lamban Na+ ke dalam. Di sel-sel otoritmik jantung antara potensial-potensial aksi permeabilitas K+ tidak menetap seperti di sel saraf dan sel otot rangka. Permeabilitas membran terhadap K+ menurun antara potensial-potensial aksi, karena saluran K+ di inaktifkan, yang mengurangi aliran ke luar ion kalsium positif mengikuti penurunan gradien konsentrasi mereka. Karena influks pasif Na+ dalam jumlah kecil tidak berubah, bagian dalam secara bertahap menjadi kurang negatif ; yaitu, membran secara bertahap mengalami depolarisasi dan bergeser ke arah ambang. Setelah ambang dicapai, terjadi fase naik dari potensial aksi sebagai respon terhadap pengaktifan saluran Ca++ dan influks Ca++. Kemudian; fase ini berbeda dari otot rangka, dengan influks Na+ (atau bukan influks Ca++ ) yang mengubah potensial aksi ke arah positif. Fase turun disebabkan oleh efluks K+ yang terjadi karena peningkatan permeabilitas K+ akibat pengaktifan saluran K+ . setelah potensial aksi usai, inaktifasi saluran-saluran K+ ini mengawali depolarisasi berikutnya.
Di sel-sel otoritmik jantung, potensial membran tidak menetap antara potensial-potensial aksi. Setelah suatu potensial aksi, membran secara lambat mengalami depolarisasi atau bergeser ke ambang akibat inaktivasi saluran K+. Pada saat yang sama ketika sedikit K+ ke luar sel karena penurunan Pk+ , Na+ yang permeabilitas nya tidak berubah, terus bocor masuk ke dalam sel. Akibatnya, bagian dalam secara perlahan menjadi kurang negatif; yaitu membran secara bertaham mengalami depolarisasi menuju ambang, setelah ambang tercapai, dan saluran Ca++ terbuka, terjadilah influks Ca++ secara cepat, menimbulkan fase naik dari potensial aksi spontan, Fase turun disebabkan oleh efluks cepat K+ akibat pengaktifan saluran K+ . inaktifasi saluran-saluran ini setelah potensial aksi usai menimbulkan depolarisasi lambat berikutnya mencapai ambang.
aktivitas pemacu sel-sel otoritmik jantung







Sel-sel jantung yang mampu mengalami otoritmisitas ditemukan di lokasi-lokasi berikut ini:
1.      Nodus Sinoatrium (SA), didaerah kecil khusus di dinding atrium kanan dekat lubang (muara vena cava superior
2.      Nodus Arteriventrikel (AV), sebuah berkas kecil sel-sel otot jantung khusus di dasar atrium kanan dekat septum, tepat diatas pertautan atrium dan ventrikel
3.      Berkas HIS (berkas atrioventrikel), suatu jaras sel-sel khusus yang berasal dari nodus AV dan masuk ke septum antar ventrikel tempat berkas tersebut bercabang membentuk berkas kanan dan kiri yang berjalan ke bawah melalui septum, melingkari ujung bilik ventrikel, dan kembali ke atrium di sepanjang dinding luar
4.      Serat purkinje, serat-serat terminal halus yang berjalan dari berkas HIS dan menyebar ke seluruh miokardium ventrikel seperti ranting-ranting pohon









Karena perbedaan kecepatan depolarisasi lambat mereka, sel-sel otoritmik tersebut berbeda dalam hal kecepatan normal untuk menghasilkan potensial aksi (Tabel 9-1). Pada pembanding dua sel otoritmik (Gambar 9-12), Sel A memiliki kecepatan depolarisasi yang lebih besar dan dengan demikian, sel A mencapai ambang lebih cepat dan B menghasilkan potensial aksi lebih cepat dari pada sel B. Sel-sel jantung yang memilki kecepatan pembentukan potensial aksi terletak di nodus SA. Sekali potensial aksi timbul di salah satu sel otot jantung, potensial aksi tersebut akan menyebar ke seluruh miokardium melalui gap junction dan sistem penghantar khusus. Oleh karena itu nodus SA, yang dalam keadaan normal memperlihatkan kecepatan otoritmisitas tertinggi, yaitu 70-80 potensial aksi/ menit, menjalankan bagian jantung sisanya dengan kecepatanini dan dikenal sebagai pemacu (pacemaker, penentu irama) jantung. Jaringan otoritmik lain tidak mampu menjalankan kecepatan mereka yang rendah, karena mereka sudah diaktifkan oleh potensial aksi yang berasal dari nodus SA sebelum mereka mencapai ambang dengan irama mereka yang lebih lambat.
Urutan kemampuan pembentukkan potensial aksi berbagai susunan penghantar khusus jantung yaitu:
·         Nodus SA (pemacu normal) : 60-80 kali per menit
·         Nodus AV : 40-60 kali per menit
·         Berkas His dan serat purkinje : 20-40 kali per menit
Eksitasi atrium
Suatu potensial aksi yang berasal dari SA node akan menyebar ke kedua atrium, terutama dari sel ke sel melalui gap junction.Beberapa jalur penghantar :
·           Jalur antaratrium :  berjalan dari SA node di atrium kiri ke atrium kanan.
·           Jalur antarnodus  :  berjalan dari SA node ke AV node.
Transmisi antara atrium dan ventrikel
Potensial aksi relatif lebih lambat oleh AV node, sehingga pengisisan ventrikel dapat sempurna.
Eksitasi ventrikel
Impuls dengan cepat berjalan melalui berkas his dan ke seluruh miokardium melalui serat-serat purkinje.
Sel-sel kontraktil memperlihatkan fase datar yang khas. Setelah membran sel kontrakti tereksitasi, terjadi :
a.         Selama fase naik  potensial aksi : peningkatan mendadak permeabilitas membran terhadap Na+ , yang diikuti oleh influks Na+. dan kemudian cepat berkurang, tetapi khas untuk otot jantung, membran potensial dipertahankan di tingkat positif selama beberapa ratus milidetik dan meghasilkan fase datar (plateau phase).
b.        Perubahan voltase mendadak mengakibatkan dua hal, yaitu : pengaktifan saluran Ca2+ “lambat´dan penurunan mencolok permeabilitas K+.
c.         Fase turun terjadi akibat inaktivasi saluran Ca2+ dan pengaktifan saluran K+.










Gambar  Potensial aksi di sel otot jantung kontraktil
SIKLUS JANTUNG
Siklus jantung terdiri dari periode sistol (kontraksi dan pengosongan isi) dan diastol ( relaksasi dan pengisian jantung).
cardiac-cycle

PROSES MEKANIS SIKLUS JANTUNG
Selama diastole ventrikel, atrium juga msih dalam keadaan diastole. Tahap ini sesuai dengn interval TP pada EKG-interval setelah repolarisasi ventrikel dan sebelum depolarisasi atrium berikutnya.
Karena aliran masuk darah yang kotinu dari sistem vena kedalam atrium, tekanan atrium sedikit melebihi tekanan ventrikel walaupun kedua bilik tersebut melemas(1). Karena perbedaan tekanan ini, katup AV terbuka, dan darah mengalir langsung dari atrium ke dalam ventrikel selama diastol ventrikel. Akibatnya, volume ventrikel perlahan-lahan meningkat bahkan sebelum atrium berkontraksi(2). Pada akhir diastol ventrikel, nodus SA mencapai ambang dan membentuk potensial aksi. Impuls menyebar keseluruh atrium, yang terekam di EKG sebagai gelombang P(3). Depolarisasi atrium menimbulkan kontraksi atrium, yang memeras lebih banyak darah kedalam ventrikel, sehingga terjadi peningkatan kurva tekanan atrium(4). Proses penggabungan eksitasi-kontraksi terjadi selama jeda singkat antara gelombang P dan peningkatan tekanan atrium. Peningkatan tekanan ventrikel yang menyertai(5) yang berlangsung bersamaan dengan peningkatan tekanan ventrikel oleh kontraksi atrium (6). Selama kontraksi atrium, tekanan atrium tetap sedikit lebih tinggi daripada tekanan ventrikel, sehingga katup AV tetap terbuka.
Diastol ventrikel berakhir pada awal kontraksi ventrikel. Pada saat ini, kontraksi atrium dan pengisian ventrikel telah selesai. Volume darah di ventrikel pada akhir diastol(7)di kenal sebagai volume diastolik akhir (End Diastolic Volume, EDV), yang besarnya sekitar 135 ml. Selama siklus ini tidak ada lagi darah yang di tambahkan ke ventrikel. Dengan demikian, volume diastolik akhir adalah jumlah darah maksimum yang akan dikandung ventrikel selama siklus ini.  
Setelah eksitasi atrium, impuls berjalan melalui nodus AV dan sistem penghantar khusus untuk merangsang ventrikel. Secara simultan, terjadi kontraksi atrium. Pada saat pengaktifan ventrikel terjadi, kontraksi atrium telah selesai. Komplek QRS yang mewakili eksitasi ventrikel ini (8), menginduksi kontaksi ventrikel. Kurva tekanan ventrikel meningkat secara cepat segera setelah kompleks QRS muncul, mengisyaratkan permulaan sistol ventrikel.(9). Jeda singkat antara kompleks QRS dan awitan sebenarnya sistol ventrikel adalah waktu yang diperlukan untuk berlangsungnya proses penggabungan eksitasi-kontraksi. Ketika kontraksi ventrikel dimulai, tekanan ventrikel segera melebihi tekanan atrium. Perbedaan tekanan yang terbalik ini mendorong katup AV menutup(9).
Setelah tekanan ventrikel melebihi tekanan atrium dan katup AV menutup, tekanan ventrikel harus terus miningkat sebelum tekanan tersebut dapat melebihi tekanan aorta untuk membuka katup aorta. Dengan demikian, terdapat periode waktu singkat antara penutupan katup AV dan pembukaan katup aorta pada saat ventrikel menjadi suatu bilik tertutup (10). Karena semua katup tertutup, tidak ada darah yang masuk atau keluar ventrikel selama waktu ini. Interval ini disebut sebagai periode kontraksi ventikel isovolumetrik (isovolumetric berarti ”volume dan panjang konstan”). Karena tidak ada darah yang masuk atau keluar ventrikel, volume bilik ventrikel tetap dan panjang serat-serat otot juga tetap. Keadaan isovolumetrik ini serupa dengan kontraksi isometrik pada otot rangka. Selama periode kontraksi ventrikel isovolumetrik ventrikel, tekanan ventrikel terus meningkat karena volume tetap(11).
Pada saat tekanan ventrikel melebihi tekanan aorta(12), katup aorta dipaksa membuka dan darah mulai menyemprot. Kurva tekanan aorta meningkat ketika darah dipaksa berpindah dari ventrikel kedalam aorta lebih cepat daripada darah mengalir ke pembuluh-pembuluh yang lebih kecil di ujung yang lain(13). Volume ventrikel berkurang secara drastis sewaktu darah dengan cepat dipompa keluar(14). Sistol ventrikel mencakup periode kontraksi isovolumetrik dan fase ejeksi (penyemprotan venrikel).
Ventrikel tidak mengosongkan diri secara sempurna selama penyemprotan. Dalam keadaan normal, hanya sekitar separuh dari jumlah darah yang terkandung di dalam ventrikel pada akhir diastol di pompa keluar selama sistol. Jumlah darah yang tersisa di ventrikel pada akhir sistol ketika fase ejeksi usai di sebut sebagai volume sistolik akhir.(End Systolic Volume, ESV), yang besarnya sekitar 55ml(15). Ini adalah jumlah darah yang paling sedikit yang terdapat di dalam ventrikel selama siklus ini.  
Jumlah darah yang di pompa keluar dari setiap ventrikel pada setiap kontraksi dikenal sebagai volume isi sekuncup (stroke volume, SV); SV setara dengan volume diastolik akhir di kurangi volume sistolic akhir; dengan kata lain perbedaan antara volume darah di ventrikel sebelum kontraksi dan volume setelah kontraksi adalah jumlah darah yang di semprotkan selama kontraksi. Pada contoh, volume diastolik akhir 125ml, volume sistolik akhir 55ml, dan volume sekuncup adalah 70ml.
Gelombang T yang menggambarkan repolarisasi yang terjadi diakhir sistol ventrikel (16). Ketika ventrikel mulai berelaksasi karena repolarisasi, tekanan ventrikel turun dibawah tekanan aorta dan katup aorta menutup(17). Penutupan katup aorta menimbulkan gangguan atau takik pada kurva tekanan aorta(18) yang dikenal sebagai takik dikrotik (dicrotic notch). Tidak ada lagi darah yang keluar ventrikel selama siklus ini karena katup aorta menutup. Namun katup AV belum terbuka karena tekanan ventrikel masih lebih tinggi dari atrium. Dengan demikian, sekali lagi semua katup tertutup dalam waktu singkat yang di kenal sebagai relaksasi ventrikel isovolumetrik (19). Panjang serat otot dan volume bilik (20) tidak berubah. Tidak ada darah yang keluar-masuk seiring dengan relaksasi ventrikel dan tekanan terus turun. Sewaktu tekanan ventrikel terus turun di bawah tekanan atrium, katup AV membuka (21) dan pengisian ventrikel terjadi kembali. Diastole ventrikel mencakup periode relaksasi ventrikel isovolumetrik dan fase pengisian ventrikel.
Repolarisasi atrium dan depolarisasi ventrikel terjadi secara bersamaan, sehingga atrium berada dalam diastol sepanjang sistol ventrikel. Darah terus mengalir dari vena pulmonalis ke dalam atrium kiri. Karena darah yang masuk ini terkumpul di atrium, tekanan atrium terus meningkat(22). Sewaktu katup AV terbuka pada akhir sistol ventrikel , darah yang terkumpul di atirum selama sistol ventrikel dengan cepat mengalir ke ventrikel. Dengan demikian, mula-mula pengisian berlangsung cepat (23) karena peningkatan tekanan atrium akibat penimbunan darah di atrium. Kemudian pengisian ventrikel melambat (24) karena darah yang tertimbun tersebut telah di salurkan ke ventrikel, dan tekanan atrium mulai turun. Selama penurunan pengisian ini, darah terus mengalir dari vena-vena pulmonalis ke dalam atrium kiri dan melalui katup AV yang terbuka ke dalan ventrikel kiri. Selama diastol ventrikel tahap akhir, sewaktu pengisian ventrikel berlangsung lambat, nodus SA kembali mengeluarkan potensial aksi (25)dan siklus jantung di mulai kembali.
Pada saat olahraga
Ketika kecepatan denyut jantung meningkat, durasi diastol berkurang jauh lebih besar daripada penurunan lama sistol. Sebagai contoh, apabila kecepatan denyut jantung meningkat dari 75 menjadi 180 kali permenit, durasi diastol berkurang sekitar 75%, dari 500mdet, menjadi 125mdet. Hal ini sangat mengurangi waktu yang tersedia untuk relaksasi dan pengisian ventrikel. Namun, sebagian besar pengisian ventrikel terjadi pada awal diastol, pengisian tidak terlalu terganggu ketika kecepatan denyut jantung  meningkat.
Namun, terdapat batas sampai seberapa cepat jantung dapat berdenyut tanpa mengalami panurunan periode diastol sampai ke titik tertentu pengisian ventrikel sangat terganggu. Pada kecepatan denyut jantung yang melebihi 200 kali per menit, waktu diastolik terllu singkat untuk pengisian ventrikel yang adekuat. Apabila pengisian ventrikel tidak adekuat, curah jantung berkkurang. Dalam keadaan normal, kecepatan ventrikel tidak melebihi 200 kali per menit karena periode refrakter nodus AV yang relatif lama yang tidak akan memungkinkan penghantaran impuls ke ventrikel lebih cepat dari pda tingkat tersebut.
Peristiwa Pada Bunyi Jantung
Bunyi jantung yang sering terdengar adalah bunyi jantung pertama dan kedua, kadang-kadang terdengar pula bunyi jantung ke 3 dan ke 4.
·           Bunyi jantung pertama : nada rendah, sedikit memanjang “Lb”. Bunyi jantung pertama disebabkan oleh getaran yang diakibatkan oleh penutupan secara tiba-tiba dari katup mitral dan trikuspidal pada permulaan sistol ventrikel. Bunyi jantung pertama berlangsung 0.15 detik dan frekuensi 25-45 Hz
·           Bunyi jantung kedua : lebih pendek, nada rendah “Dup”. Bunyi jantung kedua disebkan oleh getaran yang berhubungan dengan penutupan katup aorta dan pulmonal segera setelah akhir sistol ventrikel. Berlangsung selama 0,12 detik dan frekuensi 50 Hz
·           Bunyi jantung ketiga : lembut, nada rendah, terdengar sekitar 1/3 jalan sepanjang diastol. Sering ditemui pada usia muda. Terjadi akibat aliran darah yang mengalir pada pengisian yang cepat dalam ventrikel. Bunyi jantung ketiga 0,30 detik
·           Bunyi jantung keempat : kadang-kadang dapat didengar sesat sebelum bunyi jantung pertama pada waktu tekanan atrium tinggi atau pada keadaan otot ventrikel kaku, misalnya pada hipertensi ventrikel. Jarang ditemukan pada orang dewasa normal.

ELEKTROKARDIOGRAM
EKG biasanya dilakukan dalam rangka pemeriksaan fisik rutin (check up), tes pembebanan jantung, penilaian beberapa gejala seperti nyeri dada, napas pendek, pusing, pingsan, atau palpitasi. Sebuah elektrokardiograf khusus berjalan di atas kertas dengan kecepatan 25 mm/s, meskipun kecepatan yang di atas daripada itu sering digunakan. Setiap kotak kecil kertas EKG berukuran 1 mm². Dengan kecepatan 25 mm/s, 1 kotak kecil kertas EKG sama dengan 0,04 s (40 ms). 5 kotak kecil menyusun 1 kotak besar, yang sama dengan 0,20 s (200 ms). Karena itu, ada 5 kotak besar per detik. Dua belas sadapan EKG berkualitas diagnostik dikalibrasikan sebesar 10 mm/mV, jadi 1 mm sama dengan 0,1 mV. Sinyal kalibrasi harus dimasukkan dalam tiap rekaman. Sinyal standar 1 mV harus menggerakkan jarum 1 cm secara vertikal, yakni 2 kotak besar di kertas EKG.

Pada pemeriksaan EKG rutin umumnya dikerjakan menggunakan 12 sadapan EKG
1. Sadapan standart EINTHOVEN:
            Sadapan I, II dan III
2. Augmented Extremity Leads GOLDBERGER: aVR, aVL, aVF
3. Sadapan prekordial WILSON:
            V1, V2, V3, V4, V5, V6

n  2 sadapan EKG
        Sadapan bipolar
        Sadapan unipolar
n  Pd pem. EKG rutin digunakan 12 sadapan EKG konvensional, yaitu :
        Sadapan standar EINTHOVEN (bipolar) :
                        sadapan I, II dan III
        Augmented extremity leads GOLDBERGER :
                        aVR, aVL dan aVF
        Sadapan prekordial WILSON : V1, V2, V3, V4, V5 & V6
        1. Sadapan bipolar :
        beda potensial antara 2 elektroda yg ditempatkan pd 2 tempat yg berbeda
        2. Sadapan unipolar :
        beda potensial antara 1 elektroda aktif (elektroda eksplorasi & elektroda indiferen (zero potensial)
Sadapan standar EINTHOVEN
n  Sadapan I :
            beda potensial aksis tangan kiri (LA) & tangan kanan (RA)
n  Sadapan II :
            beda potensial aksis kaki kiri (LL) dan tangan kanan (RA)
n  Sadapan III :
            beda potensial aksis kaki kiri (LL) & tangan kiri (LA)
SONI 1
Sadapan unipolar GOLDBERG
n  Sadapan aVR :            - elektroda (+) pd RA
                        - elektroda indiferen adl
                          gabungan LL & LA
n  Sadapan aVL :            - elektroda (+) pd LA
                        - elektroda indiferen adl
                          gabungan LL & RA 
n  Sadapan aVF :            - elektroda (+) pd LL
                        - elektroda indiferen adl
                          gabungan RA & LA
Sadapan Prekordial WILSON
n  Sadapan V1:    ruang intercostal IV, grs parasternal kanan
n  Sadapan V2:    ruang intercostal IV, grs parasternal kiri
n  Sadapan V3:    pertengahan grs lurus yg menghubungkan  V2 dan V4
n  Sadapan V4:    ruang intercostal V, grs medioklavikula kiri
n  Sadapan V5:    titik potong grs aksilaris kiri depan dg grs horizontal mell. V4
n  Sadapan V6:    titik potong grs aksilaris kiri tengah dg grs horizontal mel. V4 & V5

Elektrokardiogram Yang Normal
            EKG adalah suatu rekaman yang ditimbulkan oleh perbahan aktivitas listrik jantung yang ditandai dengan gelombang P, Q, R, S, T, dan U.


 
               




·         Gelombang P
Merupakan depolarisasi atrium dan merupakan perjalanan impuls dari impuls SA.
·         P-R interval
Menunjukkan waktu antara depolarisasi atrium smapi dengan oermulaan depolarisasi ventrikel. P-R interval diukur dari akhir gelombang P sampai permulaan QRS kompleks.

·         P-R segmen
Merupakan perlambatan transmisi impuls di simpul AV. P-R segmen diukur dari akhir gelombang P sampai permulaan QRS kompleks.

·         QRS Kompleks
Menunjukkan depolarisasi ventrikel jantung
·         S-T segmen
Adalah interval antara akhir QRS kompleks dengan permulaan gelombang T

·         S-T interval
Diukur dari QRS sampai akhir gelombang T

·         Q-T interval
Menunjukkan waktu yang dibutuhkan untuk depolarisasi dan repolarisasi ventrikel. Diukur dari permulaan QRS kompleks sampai akhir gelombang T

·         Gelombang T
Ditimbulkan oleh proses repolarisasi ventrikel

III.   MEMAHAMI DAN MENJELASKAN BEROLAHRAGA DALAM ISLAM
Kesehatan menurut pandangan Islam
http://photos1.blogger.com/x/blogger/9/2749/320/915961/Kesehatan%20dan%20Islam%201.jpg
“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. Al Maa'idah, 5: 3).
Salah satu kelebihan Islam yang akan dibahas dalam tulisan ini adalah perihal perspektif Islam dalam mengajarkan kesehatan bagi individu maupun masyarakat.
“Kesehatan merupakan salah satu hak bagi tubuh manusia'' demikian sabda Nabi Muhammad SAW. Karena kesehatan merupakan hak asasi manusia, sesuatu yang sesuai dengan fitrah manusia, maka Islam menegaskan perlunya istiqomah memantapkan dirinya dengan menegakkan agama Islam. Satu-satunya jalan dengan melaksanakan perintah-perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya. Allah berfirman:
''Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh-penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk dan rahmat bagi orang-orangnya yang beriman'' (QS:Yunus 57).
Sehat menurut batasan World Health Organization adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Tujuan Islam mengajarkan hidup yang bersih dan sehat adalah menciptakan individu dan masyarakat yang sehat jasmani, rokhani, dan sosial sehingga umat manusia mampu menjadi umat yang pilihan.
A.Kebersihan, membersihkan dan menyucikan diri
Perintah-perintah Rasulullah SAW tersebut di atas memiliki makna bahwa kita harus menjaga kebersihan dan kesehatan agar terhindar dari berbagai infeksi saluran pencernaan.
B.Penanggulangan dan penanganan epidemi penyakit
C . Makanan
D. Olahraga
Islam menegaskan pentingnya olahraga untuk menciptakan generasi Rabbani yang kuat dan sehat. Oleh karenanya, Islam mengajarkan setiap muslim untuk mengajarkan anak-anaknya bagaimana cara memanah, berenang, dan berkuda.
F. Kesehatan jiwa
Islam memberikan jawaban bagi kehausan jiwa manusia terhadap ketenangan batin. Kesehatan jiwa mempengaruhi kesehatan badan.
G. Puasa
Puasa, bagian dari ibadah yang harus dilaksanakan oleh umat Islam dalam menegakkan agama, sesudah pernyataan imannya. Konsekuensi beriman antara lain melaksanakan perintah puasa. Betapa pentingnya berpuasa sehingga Allah menempatkan posisi hamba-Nya yang berpuasa dengan posisi yang istimewa. ''Puasa itu untuk-Ku. Tidak ada yang tahu. Dan Aku akan memberi pahala semau-Ku.''
Keistimewaan itu sudah barang tentu ada tujuan Allah agar mendapatkan hikmah pada dirinya, yaitu kesehatan dan sekaligus kebahagiaan. Janji Allah diberikan kepada orang yang berpuasa ditegaskan dengan sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Suny dan Abu Nu'aim: ''Berpuasalah maka anda akan sehat.'' Dengan berpuasa akan sehat jasmani, rohani dan hubungan sosial.
1. Manfaat bagi Kesehatan Badan (jasmani).
2. Manfaat bagi Kesehatan Rohani (Mental).



DAFTAR PUSTAKA

Ganong, William F. 2002. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran, Edisi 20. Jakarta: EGC

L., Sherwood. 2001. Fisiologi Manusia: Dari Sel ke Sistem, Edisi 2. Jakarta: EGC

Raden, Inmar. 2008. Bahan Kuliah Anatomi Sistem Kardiovaskular. Jakarta: Universitas Yarsi

Purba, A. 2003. Kardiovaskular dan Faal Olahraga Fisiologi Kedokteran. Bandung: FK Universitas Padjadjaran


Tidak ada komentar:

Posting Komentar