SKENARIO II
BATUK DARAH
Seorang pemuda berusia
20 tahun datang ke poliklinik swasta dengan keluhan batuk dan mengeluarkan daha
bercak darah sejak satu hari sebelumnya. Pemuda tersebut sudah batuk sejak
sebulan terakhir,kadang berdahak tapi lebih sering kering. Selain itu ia juga
merasa nafsu maknnya menurun, merinsg serta keluar keringat dingin pada malam
hari, tidak pernah nyeri dada ataupun sesak napas. Pwmuda tersebut merokok
sejak SMP. Ayah pemuda tersebut juga pernah menderita batuk lama yang kemudian
mendapat pengobatan selama 6 buan dan sudah dinyatakan sembuh.
Pada pemeriksaan fisik
di dapatkan keadaan umum lemah,takipneu,habitus asthenikus. Pada hemitoraks
kanan di dapatkan fermitus taktil dan vokal yang meningkat dan ronkhi basah
halus yang nyaring pada apeks paru kanan.
Pada pemeriksaan
laboratorium di dapatkan anemia,laju endap darah yang tinggi ditemukan bakteri
tahan asam (BTA) pada pemeriksaan sputum.Hasil pemeriksaan foto rontgen thoraks
ditemukan adanya tuberkulosis paru kanan.
Dokter menyimpulkan
bahwa pemuda tersebut menderita hemoptisis disebabkan tuberkulosis aktif pada
paru kanan dan memberikan terapi obat antituberkulosis (OAT) segera dan menganjurkan
skrining pada adik-adik pemuda tersebut yang tinggal serumah serta menunjuk
seorang pengawas minum obat (PMO).
STEP
I
1.
Memahami dan menjelaskan makroskopis dan
mikroskopis jantung
2.
Memahami dan menjelaskan fisiologi
jantung
3.
Memahami dan menjelaskan berolahraga
dalam Islam
STEP II
MANDIRI
STEP III
1.
MEMAHAMI
DAN MENJELASKAN MAKROSKOPIS DAN MIKROSKOPIS JANTUNG
MAKROSKOPIS
JANTUNG

Jantung merupakan suatu
organ muskular:
Yang
berkontraksi secara teratur yang berfungsi untuk memompakan darah ke seluruh
tubuh. Terletak dalam ruang mediastinum dan dibungkus oleh jaringan ikat yang
dinamakan pericardium. Berat jantung orang dewasa normal 250-300 gram, lebih
kurang sebesar kepalan tinju masing-masing. Pada laki-laki 300 gram dan ukuran
lintang mediastinum 8-10 cm dapat terlihat pada foto rontgen thorax. Jantung
berdenyut 60-70x per menit hampir 90.000-100.000 dalam 24 jam sehari terus
menerus tanpa henti selama masih hidup.
Jantung dibungkus
jaringan ikat pericardium membentuk cavum pericardii. Pericardium terdiri dari
:
1.
Lapisan fibrosa : pericardium bagian
luar yang melekat kuat pada centrum tendineum diafragma.
2.
Lapisan serosa : pericardium bagian
dalam yang sebagian menutupi alat-alat pembuluh darah besar pada basis cordis.
Dibagi atas 2 lapisan :
·
Lapisan parietalis yang menuju basis
cordis. Yang melekat pada basis cordis : aorta acendens, vena cava superior,
truncus pulmonalis dan vena-vena pulmonalis.
·
Lamina visceralis : lapisan yang
langsung menutupi otot jantung (epicardium)
Letak jantung
dalamcavum thoraks, 1/3 bagiannya terletak sebelah kanan linea mediana
(pertengahan tulang dada) : atrium dekstra, ventrikel dekstra dan pembuluh
darah besar (vena cava, aorta dan truncus). 2/3 bagian terletak sebelah kiri
linea mediana terdapat ventricle dextra, atrium sinistra dan ventrikel
sinistra. Berdasarkan makroanatomi, jantungterdapat dalam cavum thoraks
tepatnya pada mediastinum media. Batas-batas ruang mediastinum :
a)
Depan :
sternum
b)
Belakang : Vetebrae thoracal I-X
c)
Atas :
Clavicula
d)
Bawah :
Diafraghma
Pembagian mediastinum :
1. Mediastinum
Superior :
·
Vena cava, trachea, bronchus primer,
thymus pada anak, esophagus dan ductus thorasicus
·
Arcus aorta, A. brachiocephalica, nervus
vagus
2. Mediastinum
Inferior :
ü Mediastinum
anterior( antara jantung dengan bagian permukaan dalam sternum) : ligamentum
sternopericardial dan jaringan ikat
ü Mediastinum
media(antara mediastinum anterior dan posterior) : jantung, pericardium dan
radix pulmonis
ü Mediastinum
posterior ( dibelakang mediastinum media) : esophagus, ductus thoraxicus, aorta
desendens, truncus symphaticus, vena azygost, dan vena cava inferior
Pada
jantung terdapat 4 buah ruangan : 2 buah serambi dan 2 bilik : pada basis
terdapat ruang atrium dekstra dan atrium sinistra ( serambi kanan dan kiri) dan
2 buah ruangan terdapat kearah apex cordis yaitu ventricle kanan dan ventricle
kiri (bilik kanan dan bilik kiri). Antara kedua atrium dibatasi oleh sekat yang
dinamakan septum atriorum dan diantara kedua ventricle dinamakan septum
interventrikulorum.
·
Pada atrium dekstra : tempat masuk darah
berasal dari vena cava superior dan inferior, sinus coronaries
·
Pada atrium sinistra : masuk 2 buah vena pulmonalis dari paru.
·
Pada ventrikel dekstra : dipompakan
darah ke paru melalui truncus pulmonalis dan arteria pulmonalis
·
Ventricle sinistra : memompakan darah
keseluruh tubuh melalui aorta acendens.
Vaskularisasi Jantung

Aorta ascendens setelah
keluar dari ventrikel kiri pada bagian pangkal, diatas katup semiulnaris aorta
mempercabangkan 2 buah pembuluh darah untuk mendarahi otot jantung, terutama
terjadi pada saat fase relaksasi (sebab pada saat kontaksi pembuluh darah tertekan)
:
Cabang-cabang
arteri coronaria, sebagai berikut :
1.
Arteria coronaria dextra yang mendarahi
jantung bagian posterior, dengan cabang :
a) Arteria
marginalis untuk mendarahi atrium dan ventrikel dextra
b) Arteria
interventrikularis posterior untuk mendarahi kedua dinding belakang ventrikel,
epikardium, atrium dextra dan SA node.
2.
Arteria coronaria sinistra yang
mendarahi jantung bagian anterior, dengan cabang :
a) Arteria
interventrikularis anterior (Rami desendens anterior)
untuk mendarahi bagian anterior ventrikel dextra dan sinistra dan arteria
marginalis untuk mendarahi smaping atas ventrikel sinistra.
b) Arteria
sirkumfleksus untuk mendarahi bagian belakang bawah ventrikel kiri dan atrium
sinistra.
Sistem Sirkulasi Darah Pada Tubuh
Manusia
Terdapat
2 macam sirkulasi dalam tubuh manusia, yaitu :
1. Sirkulasi
Sistemik
2. Sirkulasi
Pulmonal
Sirkulasi Sistemik
Darah
yang mengandung oksigen di pompakan dari venticel sinistra jantung → aorta
ascendens melalui katup aorta → arcus
aorta → cabang-cabang arteri sedang → arteriola → dibawa keseluruh jaringan
tubuh untuk memberikan oksigen ke jaringan-jaringan tubuh.
Kemudian
darah dikembalikan melalui kapiler vena → sistem vena kecil/sedang → vena
besar. Darah yang mengandung karbondioksida dikumpulkan melalui vena cava
superior dan inferior → masuk ke atrium dextra jantung → ventrikel dextra
jantung melalui katup trikuspidal → dilanjut ke sirkulasi pulmonal
Sirkulasi
Pulmonal
Darah
yang mengandung karbondioksida (CO2) masuk lagi ke jantung yaitu
pada ventrikel dextra → truncus pulmonalis melalui katup pulmonal → arteria
pulmonalis dextra dan sinistra →darah yang kaya oksigen masuk ke paru-paru
Kemudian
melalui vena pulmonalis → darah masuk ke atrium sinistra jantung → ventrikel
sinistra melalui katup bikuspidal → dilanjutkan ke sirkulasi sistemik.

MIKROSKOPIS JANTUNG
Dinding Jantung
Dinding jantung terdiri atas tiga lapisan :
- Lapisan dalam,atau endokardium,
- Lapisan tengah,atau miokardium,
- Lapisan luar,atau epikardium.
Epikardium
Merupakan homolog tunika intima buluh darah dan menutupi
seluruh permukaan dalam jantung.Permukaannya ditutupi endotel yang bersinambung
dengan endotel buluh darah yang masuk dan keluar jantung.Dibawah endotel
terdapat lapisan yang terdiri dari serat kolagen halus membentuk
subendotel.Lebih kedalam terdapat lapisan yang lebih kuat dan mengandung serat
elastin dan otot polos.Yang paling jauh dari lumen,yang menyatu dengan
miokardium dibawahnya,disebut lapis subendokardial yang terdiri atas jaringan
ikat longgar.
Miokardium
Lapisan tengah yang bersesuaian dengan tunika
media,terdiri atas otot jantung.Ketebalannya beragam pada tempat yang
berbeda,yang paling tipis terdapat pada kedua atrium dan yang paling tebal
terdapat pada ventrikel kiri.Dipermukaan dalam,berkas-berkas oto menonjol
membentuk banyak rabung tak beraturan di sebut muskulus pektinati didalam
bagian aurikula atrium.Di dalam ventrikel,lembaran otot tersusun 2
lapis,permukaan dan dalam.Lapisan permukaan berjalan spiral dari dasar
ventrikel ke apeks,tempat mereka masuk kedalam untuk berakhir didalam muskulus
papilaris.
Epikardium
Selubung luarnya berupa suatu membran serosa.Permukaan
luarnya diliputi selapis sel mesotel.Dibawah mesotel terdapat lapisan tipis
jaringan ikat yang mengandung banyak serat elastin.suatu lapisan
superperikardial terdiri atas jaringan
ikat longgar mengandung buluh darah,banyak elemen saraf,dan lemak yang
menyatukan epikardium dengan miokardium.
Katup
jantung
Katup atrioventrikular(trikuspidal dan mitral)merupakan
lipatan endokardium bertulangkan jaringan ikat fibrosa yang menyatu dengan
anulus fibrosus.Endokardiumnya lebih tebal pada permukaan yang menghadap atrium
daripada yang menghadap ventrikel dan lebih banyak mengandung serat elastin.
Semua katup dihubungkan oleh muskulus papilaris ventrikel oleh benang fibrosa
yang disebut korda tendineae,yang mengendalikan katup dan mencegah katup
berterbalik saat ventrikel berkontraksi.Katup semilunar aorta dan arteri
pulmonalis strukturnya sama dengan katup atrioventrikular.
Sistem
hantar rangsang
Serat purkinje yang mempunyai kecepatan hantar rangsang
lebih dari pada oto jantung biasa,berjalan di dalam subendokardium.Serat
purkinje umumnya bergaris tengah lebih besar dibandingkan otot jantung biasa
dan relatif lebih banyak mengandung sarkoplasma.
II. MEMAHAMI DAN MENJELASKAN FISIOLOGI
JANTUNG
Aktivitas
listrik Jantung
Nodus Sinoatrium adalah
pemicu jantung normal. Kontraksi sel otot jantung untuk mendorong darah
dicetuskan oleh potensial aksi yang menyebar melalui membran sel-sel otot.
Jantung berkontraksi atau berdenyut secara berirama akibat potensial aksi yang
ditimbulkannya sendiri, suatu sifat yang di kenal sebagai otoritmisitas
Terdapat dua jenis khusus sel otot jantung
1.
Sembilan puluh sembilan persen sel otot
jantung adalah sel kontraktil, yang melakukan kerja mekanis, yaitu memompa
sel-sel pekerja ini dalam keadaan normal tidak menghasilkan sendiri potensial
aksi
2.
Sebaliknya, sebagian kecil sel sisanya
adalah sel otoritmik, tidak berkontraksi tetapi mengkhususkan diri mencetuskan
dan menghantarkan potensial aksi yang bertanggung jawab untuk kontreksi sel-sel
pekerja.
Sel-sel
otoritmik jangtung tidak memeiliki potensial istirahat. Sel-sel tersebut
memperlihatkan aktivitas pemacu (pacemaker activity) yaitu membran mereka
secara perlahan mengalami depolarisasi, atau bergeser antara potensial
potensial aksi sampai ambang tercapai. Pada saat membran mengalami potensial
aksi,(Gambar 9-10) melalui siklus
pergeseran dan pembentukan potensial aksi yang berulang-ulang tersebut, sel-sel
otoritmis ini secara siklis mencetuskan potensial aksi yang kemudian menyebar
ke seluruh jantung untuk mencetuskan denyut secara berirama tanpa perangsangan
saraf apapun.
Penyebab
pergeseran potensial membran ke ambang masih belum diketahui. Secara umum
diperkirakan bagwa hal tersebut terjadi karena penurunan siklis fluks pasif K+
ke luar yang berlangsung bersamaan dengan kebocoran lamban Na+ ke
dalam. Di sel-sel otoritmik jantung antara potensial-potensial aksi
permeabilitas K+ tidak menetap seperti di sel saraf dan sel otot
rangka. Permeabilitas membran terhadap K+ menurun antara
potensial-potensial aksi, karena saluran K+ di inaktifkan, yang
mengurangi aliran ke luar ion kalsium positif mengikuti penurunan gradien
konsentrasi mereka. Karena influks pasif Na+ dalam jumlah kecil
tidak berubah, bagian dalam secara bertahap menjadi kurang negatif ; yaitu,
membran secara bertahap mengalami depolarisasi dan bergeser ke arah ambang.
Setelah ambang dicapai, terjadi fase naik dari potensial aksi sebagai respon
terhadap pengaktifan saluran Ca++ dan influks Ca++.
Kemudian; fase ini berbeda dari otot rangka, dengan influks Na+ (atau
bukan influks Ca++ ) yang mengubah potensial aksi ke arah positif.
Fase turun disebabkan oleh efluks K+ yang terjadi karena peningkatan
permeabilitas K+ akibat pengaktifan saluran K+ . setelah
potensial aksi usai, inaktifasi saluran-saluran K+ ini mengawali
depolarisasi berikutnya.
Di
sel-sel otoritmik jantung, potensial membran tidak menetap antara
potensial-potensial aksi. Setelah suatu potensial aksi, membran secara lambat
mengalami depolarisasi atau bergeser ke ambang akibat inaktivasi saluran K+.
Pada saat yang sama ketika sedikit K+ ke luar sel karena penurunan Pk+
, Na+ yang permeabilitas nya tidak berubah, terus bocor masuk
ke dalam sel. Akibatnya, bagian dalam secara perlahan menjadi kurang negatif;
yaitu membran secara bertaham mengalami depolarisasi menuju ambang, setelah
ambang tercapai, dan saluran Ca++ terbuka, terjadilah influks Ca++
secara cepat, menimbulkan fase naik dari potensial aksi spontan, Fase
turun disebabkan oleh efluks cepat K+ akibat pengaktifan saluran K+
. inaktifasi saluran-saluran ini setelah potensial aksi usai menimbulkan
depolarisasi lambat berikutnya mencapai ambang.

Sel-sel
jantung yang mampu mengalami otoritmisitas ditemukan di lokasi-lokasi berikut
ini:
1.
Nodus Sinoatrium (SA), didaerah kecil
khusus di dinding atrium kanan dekat lubang (muara vena cava superior
2.
Nodus Arteriventrikel (AV), sebuah
berkas kecil sel-sel otot jantung khusus di dasar atrium kanan dekat septum,
tepat diatas pertautan atrium dan ventrikel
3.
Berkas HIS (berkas atrioventrikel),
suatu jaras sel-sel khusus yang berasal dari nodus AV dan masuk ke septum antar
ventrikel tempat berkas tersebut bercabang membentuk berkas kanan dan kiri yang
berjalan ke bawah melalui septum, melingkari ujung bilik ventrikel, dan kembali
ke atrium di sepanjang dinding luar
4.
Serat purkinje, serat-serat terminal
halus yang berjalan dari berkas HIS dan menyebar ke seluruh miokardium
ventrikel seperti ranting-ranting pohon

Karena
perbedaan kecepatan depolarisasi lambat mereka, sel-sel otoritmik tersebut
berbeda dalam hal kecepatan normal untuk menghasilkan potensial aksi (Tabel
9-1). Pada pembanding dua sel otoritmik (Gambar 9-12), Sel A memiliki kecepatan
depolarisasi yang lebih besar dan dengan demikian, sel A mencapai ambang lebih
cepat dan B menghasilkan potensial aksi lebih cepat dari pada sel B. Sel-sel
jantung yang memilki kecepatan pembentukan potensial aksi terletak di nodus SA.
Sekali potensial aksi timbul di salah satu sel otot jantung, potensial aksi
tersebut akan menyebar ke seluruh miokardium melalui gap junction dan sistem penghantar khusus. Oleh karena itu nodus
SA, yang dalam keadaan normal memperlihatkan kecepatan otoritmisitas tertinggi,
yaitu 70-80 potensial aksi/ menit, menjalankan bagian jantung sisanya dengan
kecepatanini dan dikenal sebagai pemacu (pacemaker, penentu irama) jantung.
Jaringan otoritmik lain tidak mampu menjalankan kecepatan mereka yang rendah,
karena mereka sudah diaktifkan oleh potensial aksi yang berasal dari nodus SA
sebelum mereka mencapai ambang dengan irama mereka yang lebih lambat.
Urutan kemampuan pembentukkan potensial aksi
berbagai susunan penghantar khusus jantung yaitu:
·
Nodus SA (pemacu normal)
: 60-80 kali per menit
·
Nodus AV : 40-60 kali
per menit
·
Berkas His dan serat
purkinje : 20-40 kali per menit
Eksitasi atrium
Suatu potensial aksi
yang berasal dari SA node akan menyebar ke kedua atrium, terutama dari sel ke
sel melalui gap junction.Beberapa
jalur penghantar :
·
Jalur antaratrium : berjalan dari SA node di atrium kiri ke
atrium kanan.
·
Jalur antarnodus :
berjalan dari SA node ke AV node.
Transmisi antara atrium
dan ventrikel
Potensial aksi relatif
lebih lambat oleh AV node, sehingga pengisisan ventrikel dapat sempurna.
Eksitasi
ventrikel
Impuls dengan cepat
berjalan melalui berkas his dan ke seluruh miokardium melalui serat-serat
purkinje.
Sel-sel kontraktil
memperlihatkan fase datar yang khas. Setelah membran sel kontrakti tereksitasi,
terjadi :
a.
Selama fase naik potensial aksi : peningkatan mendadak
permeabilitas membran terhadap Na+ , yang diikuti oleh influks Na+.
dan kemudian cepat berkurang, tetapi khas untuk otot jantung, membran
potensial dipertahankan di tingkat positif selama beberapa ratus milidetik dan
meghasilkan fase datar (plateau phase).
b.
Perubahan voltase mendadak mengakibatkan
dua hal, yaitu : pengaktifan saluran Ca2+ “lambat´dan penurunan
mencolok permeabilitas K+.
c.
Fase turun terjadi akibat inaktivasi
saluran Ca2+ dan pengaktifan saluran K+.

Gambar Potensial aksi di sel otot jantung kontraktil
SIKLUS
JANTUNG
Siklus jantung terdiri
dari periode sistol (kontraksi dan
pengosongan isi) dan diastol (
relaksasi dan pengisian jantung).

PROSES MEKANIS SIKLUS JANTUNG
Selama diastole ventrikel, atrium juga msih dalam keadaan
diastole. Tahap ini sesuai dengn interval TP pada EKG-interval setelah
repolarisasi ventrikel dan sebelum depolarisasi atrium berikutnya.
Karena aliran masuk darah yang kotinu dari sistem vena
kedalam atrium, tekanan atrium sedikit melebihi tekanan ventrikel walaupun
kedua bilik tersebut melemas(1). Karena perbedaan tekanan ini, katup AV
terbuka, dan darah mengalir langsung dari atrium ke dalam ventrikel selama
diastol ventrikel. Akibatnya, volume ventrikel perlahan-lahan meningkat bahkan
sebelum atrium berkontraksi(2). Pada akhir diastol ventrikel, nodus SA mencapai
ambang dan membentuk potensial aksi. Impuls menyebar keseluruh atrium, yang
terekam di EKG sebagai gelombang P(3). Depolarisasi atrium menimbulkan
kontraksi atrium, yang memeras lebih banyak darah kedalam ventrikel, sehingga
terjadi peningkatan kurva tekanan atrium(4). Proses penggabungan
eksitasi-kontraksi terjadi selama jeda singkat antara gelombang P dan
peningkatan tekanan atrium. Peningkatan tekanan ventrikel yang menyertai(5)
yang berlangsung bersamaan dengan peningkatan tekanan ventrikel oleh kontraksi
atrium (6). Selama kontraksi atrium, tekanan atrium tetap sedikit lebih tinggi
daripada tekanan ventrikel, sehingga katup AV tetap terbuka.
Diastol ventrikel berakhir pada awal kontraksi ventrikel.
Pada saat ini, kontraksi
atrium dan pengisian ventrikel telah selesai. Volume darah di ventrikel pada
akhir diastol(7)di kenal sebagai volume
diastolik akhir (End Diastolic Volume,
EDV), yang besarnya sekitar 135 ml. Selama siklus ini tidak ada lagi darah
yang di tambahkan ke ventrikel. Dengan demikian, volume diastolik akhir adalah jumlah darah maksimum yang akan
dikandung ventrikel selama siklus ini.
Setelah eksitasi atrium, impuls berjalan melalui
nodus AV dan sistem penghantar khusus untuk merangsang ventrikel. Secara
simultan, terjadi kontraksi atrium. Pada saat pengaktifan ventrikel terjadi,
kontraksi atrium telah selesai. Komplek QRS yang mewakili eksitasi ventrikel
ini (8), menginduksi kontaksi ventrikel. Kurva tekanan ventrikel meningkat
secara cepat segera setelah kompleks QRS muncul, mengisyaratkan permulaan
sistol ventrikel.(9). Jeda singkat antara kompleks QRS dan awitan sebenarnya
sistol ventrikel adalah waktu yang diperlukan untuk berlangsungnya proses
penggabungan eksitasi-kontraksi. Ketika
kontraksi ventrikel dimulai, tekanan ventrikel segera melebihi tekanan atrium.
Perbedaan tekanan yang terbalik ini mendorong katup AV menutup(9).
Setelah tekanan ventrikel melebihi tekanan atrium dan
katup AV menutup, tekanan ventrikel harus terus miningkat sebelum tekanan
tersebut dapat melebihi tekanan aorta untuk membuka katup aorta. Dengan
demikian, terdapat periode waktu singkat antara penutupan katup AV dan
pembukaan katup aorta pada saat ventrikel menjadi suatu bilik tertutup (10).
Karena semua katup tertutup, tidak ada darah yang masuk atau keluar ventrikel selama
waktu ini. Interval ini disebut sebagai periode kontraksi ventikel isovolumetrik (isovolumetric berarti ”volume dan panjang konstan”). Karena tidak
ada darah yang masuk atau keluar ventrikel, volume bilik ventrikel tetap dan
panjang serat-serat otot juga tetap. Keadaan isovolumetrik ini serupa dengan kontraksi isometrik pada otot
rangka. Selama periode kontraksi ventrikel isovolumetrik ventrikel, tekanan
ventrikel terus meningkat karena volume tetap(11).
Pada saat tekanan ventrikel melebihi tekanan aorta(12),
katup aorta dipaksa membuka dan darah mulai menyemprot. Kurva tekanan aorta
meningkat ketika darah dipaksa berpindah dari ventrikel kedalam aorta lebih
cepat daripada darah mengalir ke pembuluh-pembuluh yang lebih kecil di ujung
yang lain(13). Volume ventrikel berkurang secara drastis sewaktu darah dengan
cepat dipompa keluar(14). Sistol ventrikel mencakup periode kontraksi
isovolumetrik dan fase ejeksi (penyemprotan venrikel).
Ventrikel tidak mengosongkan diri secara sempurna selama
penyemprotan. Dalam keadaan normal, hanya sekitar separuh dari jumlah darah
yang terkandung di dalam ventrikel pada akhir diastol di pompa keluar selama
sistol. Jumlah darah yang tersisa di ventrikel pada akhir sistol ketika fase
ejeksi usai di sebut sebagai volume
sistolik akhir.(End Systolic Volume,
ESV), yang besarnya sekitar 55ml(15). Ini adalah jumlah darah yang paling
sedikit yang terdapat di dalam ventrikel selama siklus ini.
Jumlah darah yang di pompa keluar dari setiap ventrikel
pada setiap kontraksi dikenal sebagai volume
isi sekuncup (stroke volume, SV); SV setara
dengan volume diastolik akhir di kurangi volume sistolic akhir; dengan kata
lain perbedaan antara volume darah di ventrikel sebelum kontraksi dan volume
setelah kontraksi adalah jumlah darah yang di semprotkan selama kontraksi. Pada
contoh, volume diastolik akhir 125ml, volume sistolik akhir 55ml, dan volume
sekuncup adalah 70ml.
Gelombang T yang menggambarkan repolarisasi yang terjadi
diakhir sistol ventrikel (16). Ketika
ventrikel mulai berelaksasi karena repolarisasi, tekanan ventrikel turun
dibawah tekanan aorta dan katup aorta menutup(17). Penutupan katup aorta
menimbulkan gangguan atau takik pada
kurva tekanan aorta(18) yang dikenal sebagai takik dikrotik (dicrotic notch). Tidak ada lagi darah yang keluar
ventrikel selama siklus ini karena katup aorta menutup. Namun katup AV belum
terbuka karena tekanan ventrikel masih lebih tinggi dari atrium. Dengan
demikian, sekali lagi semua katup tertutup dalam waktu singkat yang di kenal
sebagai relaksasi ventrikel isovolumetrik (19). Panjang serat otot dan volume
bilik (20) tidak berubah. Tidak ada darah yang keluar-masuk seiring dengan
relaksasi ventrikel dan tekanan terus turun. Sewaktu tekanan ventrikel terus
turun di bawah tekanan atrium, katup AV membuka (21) dan pengisian ventrikel
terjadi kembali. Diastole ventrikel mencakup periode relaksasi ventrikel
isovolumetrik dan fase pengisian ventrikel.
Repolarisasi atrium dan depolarisasi ventrikel terjadi
secara bersamaan, sehingga atrium berada dalam diastol sepanjang sistol
ventrikel. Darah terus mengalir dari vena pulmonalis ke dalam atrium kiri.
Karena darah yang masuk ini terkumpul di atrium, tekanan atrium terus meningkat(22).
Sewaktu katup AV terbuka pada akhir sistol ventrikel , darah yang terkumpul di
atirum selama sistol ventrikel dengan cepat mengalir ke ventrikel. Dengan
demikian, mula-mula pengisian berlangsung cepat (23) karena peningkatan tekanan
atrium akibat penimbunan darah di atrium. Kemudian pengisian ventrikel melambat
(24) karena darah yang tertimbun tersebut telah di salurkan ke ventrikel, dan
tekanan atrium mulai turun. Selama penurunan pengisian ini, darah terus
mengalir dari vena-vena pulmonalis ke dalam atrium kiri dan melalui katup AV
yang terbuka ke dalan ventrikel kiri. Selama diastol ventrikel tahap akhir,
sewaktu pengisian ventrikel berlangsung lambat, nodus SA kembali mengeluarkan
potensial aksi (25)dan siklus jantung di mulai kembali.
Pada saat olahraga
Ketika kecepatan denyut jantung meningkat, durasi diastol
berkurang jauh lebih besar daripada penurunan lama sistol. Sebagai contoh,
apabila kecepatan denyut jantung meningkat dari 75 menjadi 180 kali permenit,
durasi diastol berkurang sekitar 75%, dari 500mdet, menjadi 125mdet. Hal ini
sangat mengurangi waktu yang tersedia untuk relaksasi dan pengisian ventrikel.
Namun, sebagian besar pengisian ventrikel terjadi pada awal diastol, pengisian
tidak terlalu terganggu ketika kecepatan denyut jantung meningkat.
Namun, terdapat batas sampai seberapa cepat jantung dapat
berdenyut tanpa mengalami panurunan periode diastol sampai ke titik tertentu
pengisian ventrikel sangat terganggu. Pada kecepatan denyut jantung yang
melebihi 200 kali per menit, waktu diastolik terllu singkat untuk pengisian
ventrikel yang adekuat. Apabila pengisian ventrikel tidak adekuat, curah
jantung berkkurang. Dalam keadaan normal, kecepatan ventrikel tidak melebihi
200 kali per menit karena periode refrakter nodus AV yang relatif lama yang
tidak akan memungkinkan penghantaran impuls ke ventrikel lebih cepat dari pda
tingkat tersebut.
Peristiwa
Pada Bunyi Jantung
Bunyi
jantung yang sering terdengar adalah bunyi jantung pertama dan kedua,
kadang-kadang terdengar pula bunyi jantung ke 3 dan ke 4.
·
Bunyi jantung pertama : nada rendah,
sedikit memanjang “Lb”. Bunyi jantung pertama disebabkan oleh getaran yang
diakibatkan oleh penutupan secara tiba-tiba dari katup mitral dan trikuspidal
pada permulaan sistol ventrikel. Bunyi jantung pertama berlangsung 0.15 detik
dan frekuensi 25-45 Hz
·
Bunyi jantung kedua : lebih pendek, nada
rendah “Dup”. Bunyi jantung kedua disebkan oleh getaran yang berhubungan dengan
penutupan katup aorta dan pulmonal segera setelah akhir sistol ventrikel. Berlangsung
selama 0,12 detik dan frekuensi 50 Hz
·
Bunyi jantung ketiga : lembut, nada
rendah, terdengar sekitar 1/3 jalan sepanjang diastol. Sering ditemui pada usia
muda. Terjadi akibat aliran darah yang mengalir pada pengisian yang cepat dalam
ventrikel. Bunyi jantung ketiga 0,30 detik
·
Bunyi jantung keempat : kadang-kadang
dapat didengar sesat sebelum bunyi jantung pertama pada waktu tekanan atrium
tinggi atau pada keadaan otot ventrikel kaku, misalnya pada hipertensi
ventrikel. Jarang ditemukan pada orang dewasa normal.
ELEKTROKARDIOGRAM
EKG biasanya dilakukan dalam
rangka pemeriksaan fisik rutin (check up), tes pembebanan jantung, penilaian
beberapa gejala seperti nyeri dada, napas pendek, pusing, pingsan, atau
palpitasi. Sebuah elektrokardiograf khusus berjalan di atas kertas dengan
kecepatan 25 mm/s, meskipun kecepatan yang di atas daripada itu sering
digunakan. Setiap kotak kecil kertas EKG berukuran 1 mm². Dengan kecepatan 25
mm/s, 1 kotak kecil kertas EKG sama dengan 0,04 s (40 ms). 5 kotak kecil menyusun
1 kotak besar, yang sama dengan 0,20 s (200 ms). Karena itu, ada 5 kotak besar
per detik. Dua belas sadapan EKG berkualitas diagnostik dikalibrasikan sebesar
10 mm/mV, jadi 1 mm sama dengan 0,1 mV. Sinyal kalibrasi harus dimasukkan dalam
tiap rekaman. Sinyal standar 1 mV harus menggerakkan jarum 1 cm secara
vertikal, yakni 2 kotak besar di kertas EKG.
Pada
pemeriksaan EKG rutin umumnya dikerjakan menggunakan 12 sadapan EKG
1. Sadapan standart EINTHOVEN:
Sadapan
I, II dan III
2. Augmented Extremity Leads
GOLDBERGER: aVR, aVL, aVF
3. Sadapan prekordial WILSON:
V1,
V2, V3, V4, V5, V6

n 2 sadapan EKG
–
Sadapan
bipolar
–
Sadapan
unipolar
n Pd pem. EKG
rutin digunakan 12 sadapan EKG konvensional, yaitu :
–
Sadapan
standar EINTHOVEN (bipolar) :
sadapan
I, II dan III
–
Augmented extremity leads GOLDBERGER :
aVR,
aVL dan aVF
–
Sadapan
prekordial WILSON : V1, V2, V3, V4,
V5 & V6
–
1.
Sadapan bipolar :
–
beda
potensial antara 2 elektroda yg ditempatkan pd 2 tempat yg berbeda
–
2.
Sadapan unipolar :
–
beda
potensial antara 1 elektroda aktif (elektroda eksplorasi & elektroda
indiferen (zero potensial)
Sadapan standar EINTHOVEN
n Sadapan I :
beda
potensial aksis tangan kiri (LA) & tangan kanan (RA)
n Sadapan II :
beda
potensial aksis kaki kiri (LL) dan tangan kanan (RA)
n Sadapan III :
beda
potensial aksis kaki kiri (LL) & tangan kiri (LA)

Sadapan unipolar GOLDBERG
n Sadapan aVR : - elektroda (+) pd RA
-
elektroda indiferen adl
gabungan LL & LA
n Sadapan aVL : - elektroda (+) pd LA
-
elektroda indiferen adl
gabungan LL & RA
n Sadapan aVF : - elektroda (+) pd LL
-
elektroda indiferen adl
gabungan RA & LA
Sadapan Prekordial WILSON
n Sadapan V1: ruang intercostal IV, grs parasternal kanan
n Sadapan V2: ruang intercostal IV, grs parasternal kiri
n Sadapan V3: pertengahan grs lurus yg menghubungkan V2 dan V4
n Sadapan V4: ruang intercostal V, grs medioklavikula kiri
n Sadapan V5: titik potong grs aksilaris kiri depan dg grs
horizontal mell. V4
n Sadapan V6: titik potong grs aksilaris kiri tengah dg
grs horizontal mel. V4 & V5

Elektrokardiogram
Yang Normal
EKG
adalah suatu rekaman yang ditimbulkan oleh perbahan aktivitas listrik jantung
yang ditandai dengan gelombang P, Q, R, S, T, dan U.

·
Gelombang P
Merupakan
depolarisasi atrium dan merupakan perjalanan impuls dari impuls SA.
·
P-R interval
Menunjukkan
waktu antara depolarisasi atrium smapi dengan oermulaan depolarisasi ventrikel.
P-R interval diukur dari akhir gelombang P sampai permulaan QRS kompleks.
·
P-R segmen
Merupakan
perlambatan transmisi impuls di simpul AV. P-R segmen diukur dari akhir
gelombang P sampai permulaan QRS kompleks.
·
QRS Kompleks
Menunjukkan
depolarisasi ventrikel jantung
·
S-T segmen
Adalah
interval antara akhir QRS kompleks dengan permulaan gelombang T
·
S-T interval
Diukur
dari QRS sampai akhir gelombang T
·
Q-T interval
Menunjukkan
waktu yang dibutuhkan untuk depolarisasi dan repolarisasi ventrikel. Diukur
dari permulaan QRS kompleks sampai akhir gelombang T
·
Gelombang T
Ditimbulkan
oleh proses repolarisasi ventrikel
III. MEMAHAMI DAN MENJELASKAN
BEROLAHRAGA DALAM ISLAM
Kesehatan menurut pandangan Islam
“Diharamkan
bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih
atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang
ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya,
dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga)
mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah
kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan)
agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku.
Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu
nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa
terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. Al Maa'idah, 5: 3).
Salah
satu kelebihan Islam yang akan dibahas dalam tulisan ini adalah perihal
perspektif Islam dalam mengajarkan kesehatan bagi individu maupun masyarakat.
“Kesehatan
merupakan salah satu hak bagi tubuh manusia'' demikian sabda Nabi Muhammad SAW.
Karena kesehatan merupakan hak asasi manusia, sesuatu yang sesuai dengan fitrah
manusia, maka Islam menegaskan perlunya istiqomah memantapkan dirinya dengan
menegakkan agama Islam. Satu-satunya jalan dengan melaksanakan
perintah-perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya. Allah berfirman:
''Hai manusia, sesungguhnya telah
datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh-penyembuh bagi
penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk dan rahmat bagi
orang-orangnya yang beriman'' (QS:Yunus 57).
Sehat menurut batasan World
Health Organization adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial
yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.
Tujuan Islam mengajarkan hidup yang bersih dan sehat adalah menciptakan
individu dan masyarakat yang sehat jasmani, rokhani, dan sosial sehingga umat
manusia mampu menjadi umat yang pilihan.
A.Kebersihan,
membersihkan dan menyucikan diri
Perintah-perintah
Rasulullah SAW tersebut di atas memiliki makna bahwa kita harus menjaga
kebersihan dan kesehatan agar terhindar dari berbagai infeksi saluran
pencernaan.
B.Penanggulangan dan penanganan epidemi penyakit
C . Makanan
D. Olahraga
Islam
menegaskan pentingnya olahraga untuk menciptakan generasi Rabbani yang kuat dan
sehat. Oleh karenanya, Islam mengajarkan setiap muslim untuk mengajarkan
anak-anaknya bagaimana cara memanah, berenang, dan berkuda.
F. Kesehatan jiwa
Islam
memberikan jawaban bagi kehausan jiwa manusia terhadap ketenangan batin.
Kesehatan jiwa mempengaruhi kesehatan badan.
G. Puasa
Puasa,
bagian dari ibadah yang harus dilaksanakan oleh umat Islam dalam menegakkan
agama, sesudah pernyataan imannya. Konsekuensi beriman antara lain melaksanakan
perintah puasa. Betapa pentingnya berpuasa sehingga Allah menempatkan posisi
hamba-Nya yang berpuasa dengan posisi yang istimewa. ''Puasa itu untuk-Ku.
Tidak ada yang tahu. Dan Aku akan memberi pahala semau-Ku.''
Keistimewaan itu sudah barang tentu ada tujuan Allah agar mendapatkan hikmah pada dirinya, yaitu kesehatan dan sekaligus kebahagiaan. Janji Allah diberikan kepada orang yang berpuasa ditegaskan dengan sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Suny dan Abu Nu'aim: ''Berpuasalah maka anda akan sehat.'' Dengan berpuasa akan sehat jasmani, rohani dan hubungan sosial.
Keistimewaan itu sudah barang tentu ada tujuan Allah agar mendapatkan hikmah pada dirinya, yaitu kesehatan dan sekaligus kebahagiaan. Janji Allah diberikan kepada orang yang berpuasa ditegaskan dengan sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Suny dan Abu Nu'aim: ''Berpuasalah maka anda akan sehat.'' Dengan berpuasa akan sehat jasmani, rohani dan hubungan sosial.
1. Manfaat bagi Kesehatan Badan (jasmani).
2. Manfaat bagi Kesehatan Rohani (Mental).
DAFTAR
PUSTAKA
Ganong,
William F. 2002. Buku Ajar Fisiologi
Kedokteran, Edisi 20. Jakarta: EGC
L., Sherwood. 2001. Fisiologi Manusia: Dari Sel ke Sistem, Edisi 2. Jakarta: EGC
Raden, Inmar. 2008. Bahan Kuliah Anatomi Sistem Kardiovaskular. Jakarta: Universitas
Yarsi
Purba, A. 2003. Kardiovaskular dan Faal Olahraga Fisiologi Kedokteran. Bandung: FK
Universitas Padjadjaran

Tidak ada komentar:
Posting Komentar